Monday, July 16, 2012

H. Sirot Kembali Jabat Ketum Senkom Mitra Polri



Musyawarah Nasional (Munas) ke-2 Senkom Mitra Polri yang secara resmi dibuka oleh Kapolri diwakili Wakabaharkam Irjen Pol Drs H Johny Wainal Usman, MM, di TMII Jakarta Timur, Kamis (7/7) berhasil memilih kembali H Sirot sebagai ketua umum ormas itu untuk masa bakti 2012-2017.

Keterangan tertulis panitia munas yang diterima di Jakarta, Sabtu, menyebutkan peserta Munas Senkom Mitra Polri yang memilih hak suara berjumlah 460 terdiri dari ketua tingkat provinsi, ketua tingkat kota/kabupaten, separuh lebih mendukung H Sirot menjabat kembali ketua umum.

"Saya ingin lebih aktif lagi mengemban misi kemitraan antara Polri dan masyarakat, karena kami bisa melihat bahwa mitra-mitra kamtibmas yang lain yang juga bentukan kepolisian banyak yang kurang berjalan secara maksimal," kata H Sirot.

Oleh karena itu, katamya, Senkom sebagai mitra Polri tidak ingin seperti itu, Senkom terus berusaha meningkatkan kemitraan yang ada baik dengan Polri maupun dengan juga masyarakat. Hal itu tetap menjadi tugas utama Pengurus Senkom Mitra Polri periode 2012--2017.
Lebih lanjut, H Sirot menjelaskan, kini Senkom semakin berkembang menjadi organisasi yang handal dalam membantu masyarakat, pemerintah dan polisi di bidang informasi kamtibmas, dan terbuka bagi siapa saja yang ingin menjadi anggotanya.

"Kami ini sipil, dan siapa saja bisa menjadi anggota Senkom, namun ada beberapa persyatan, diantaranya sudah memiliki pekerjaan tetap, dengan begitu bisa berkerja dengan maksimal," tambahnya.

Sebagai Mitra Polri, Senkom selalu berkoordinasi dan memberikan informasi kepada aparat berwajib baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah maupun TNI/Polri terhadap adanya gangguan kamtibmas, stabilitas nasional, dan bencana alam yang dijumpai di manapun anggota Senkom berada.
Sementara itu, rasa bangga diutarakan Wakabaharkam Polri Irjen Pol Drs H Johny Wainal Usman, MM yang sangat mendukung adanya organisasi Masyarakat (Ormas) yang mau peduli akan gangguan kamtibmas.

"Saya atas nama pribadi dan atas nama Kepolisian mendukung kegiatan Senkom Mitra Polri ini, yang sudah sesuai dengan Undang-Undang dan petunjuk Kapolri, dengan adanya Polmas, apalagi Senkom ini sifanya nasional," katanya.

Senkom Mitra Polri dibentuk sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan UU No 2 Tahun 2002 tentang Pamswakarsa, pada 1 Januari 2004 di Jakarta.

Berbagai aktivitas bermisi sosial, pendidikan, keamanan dan ketertiban aktif digelar Senkom Mitra Polri dari Sabang hingga Merauke. Seperti yang digelar setiap menjelang Lebaran yaitu pengamanan mudik Lebaran, dimana Senkom berhasil menggandeng Tokobagus.com untuk bersama-sama menggiatkan tertib mudik di masa perayaan Lebaran

ANTARA NEWS

MUNAS SENKOM KE 2

 
SELAMAT & SUKSES atas terlaksananya Munas II Senkom Mitra Polri, yang diselenggarakan pada tanggal 6 - 7 Juni 2012, dan bertempat di Gedung Pertemuan Masjid At - Tien, TMII Jakarta.

Dengan Tema " Aktualisasi Nilai - nilai Senkom Dalam Menjaga Keamanan dan Ketertiban Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Menuju Indonesia Yang Bermartabat "

Dari Gedung Pertemuan Masjid At-Tien Jakarta Timur, Panitia Musyawarah Nasional II Senkom Mitra Polri melaporkan bahwa Munas II Senkom Mitra Polri tercatat 1100 orang dalam daftar hadir peserta Munas Senkom yang dilaksanakan mulai 6-7 Juni 2012 di Gedung Pertemuan Masjid AT-Tin TMII Jakarta Timur yang terdiri dari 32 perwakilan Provinsi dan 485 kabupaten/kota dari seluruh Indonesia.
Munas Senkom secara resmi dibuka oleh Kapolri yang diwakili olehWakabaharkam Irjen Pol Drs. H. Johny Wainal Usman, MM. Dalam kesempatan itu Wakabaharkam menyambut Senkom Mitra Polri dengan mengucapkan selamat dan sukses atas pelaksanaan Munas Senkom Mitra Polri 2012.

Munas Senkom Mitra Polri dihadiri oleh menteri kehutanan, menteri sosial, Mendagri, Kepala BNPB, Gubernur DKI, Kapolda Metro Jaya, Pangdam Jaya, KNPI, ketua SAR, Sampoerna dan ormas lain.

Agenda utama Munas II Senkom Mitra Polri pada 6-7 Juni 2012 sendiri adalah memilih ketua umum untuk memimpin Senkom Mitra Polri Periode 2012 - 2017 serta penyempurnaan AD/ART. Foto yang lain KLIK DISINI

EVAKUASI SUKHOI SS 100 DI GUNUNG SALAK



Sangat mengagetkan setelah melihat berita, sore tadi Pesawat dari Rusia Sukhoi Superjet 1000 yang dikemudikan juga oleh pihak rusia, setelah lepas landas dari Bandara Halim Perdana Kusuma Di kabarkan Hilang!

Adapun tim evakuasi musibah pesawat terbang Sukhoi Superjet (SSJ) 100 yang berasal dari unsur TNI, Polri dan warga termasuk di dalamnya senkom rescue , Jumat pagi mulai bergerak dan secara berantai menuju lokasi tempat jatuhnya pesawat tersebut di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.
Selepas pemberian instruksi sekitar pukul 09.30 WIB, tim mulai bergerak meninggalkan Posko 1 yang berada di tempat Embrio Peternakan Sapi Cipelang menuju lokasi yang diperkirakan memakan waktu enam jam berjalan kaki.
Sampai pukul 10.14 WIB, kabut masih menyelimuti kawasan gunung yang masuk dalam wilayah taman nasional tersebut.
Setidaknya sebanyak 1.540 personel yang berasal dari TNI, Polri dan warga dikerahkan untuk proses evakuasi tersebut.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Mamur Rojak menyatakan untuk mendukung proses evakuasi, Pemprov Jawa Barat memberikan dukungan dapur umum. “Dapur umum dari Pemprov Jabar sudah disiapkan,” katanya.
Bantuan dapur umum sangat diperlukan untuk logistik tim, pasalnya Pemkab Bogor setiap harinya harus menyediakan 4.500 nasi bungkus untuk pagi, siang dan sore hari. “Minimal adanya dapur umum itu bisa membantu setengah dari kebutuhan untuk operasional tim evakuasi,” katanya.

 Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengimbau para relawan dan wartawan yang ingin ikut mendaki Gunung Salak, Kabupaten Bogor, dalam proses evakuasi jatuhnya pesawat Sukhoi Super Jet 100 agar berkoordinasi dengan tim SAR.

 "Saya imbau, wartawan atau relawan yang ingin ikut melakukan pendakian agar berkoordinasi dengan SAR. Ini juga untuk memudahkan tim SAR melakukan evakuasi," katanya saat ditemui di Posko kendali operasi pencarian pesawat Sukhoi Superjet 100 di Balai Embrio Ternak (BET) Kampung Pasirpogor, Desa Cipelang, Kabupaten Bogor, Sabtu.Gubernur berkali-kali menegaskan seharusnya wartawan dan relawan berkoordinasi sebelum naik ke atas.
"Karena ini hutan belantara tidak sama dengan jalan biasa. Kita tidak tahu apa yang ada di atas sana, jadi tidak bisa main-main," katanya.

Ahmad Heryawan mengingatkan, koordinasi perlu untuk memudahkan proses evakuasi.

"Fokus kita saat ini adalah korban. Jangan sampai karena kelalaian kita, relawan mencari relawan," katanya
.berbagai sumber

SMS Center

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More